Rabu, 28 November 2012

Open Mic di Semarang

ceritanya semalem setelah kuliah gue sama satu temen gue niat mau nonton open mic dari temen-temen @standupIndoSMG di Kopimiring Pamularsih (kalo gak tau coba di cari dulu di google map. jangan pake apple map, katanya sering nyasar petanya). Setelah hampir setahun gue tidak merasakan atmosfer stand up comedy secara langsung, kali ini gue bener-bener merasa di tempat yang tepat. Niat awalnya adalah buat nonton open mic, tapi setelah beberapa comic maju untuk menjajal materinya, gue malah tertantang untuk ikut open mic sekalian. Baru memikirkan 'ikut open mic enggak, ya?' aja gue udah deg-degan banget. Semakin banyak lagi comic yang maju gue semakin terdorong untuk ikut open mic malam itu. Gue ambil kertas gue, gue coba tulis beberapa bit dari materi yang pernah gue tulis sebelumnya. Di tengah-tengah gue nulis, MC malam itu ngeliatin gue dan langsung bilang 'masnya yang ganteng itu (edited. red) mau ikut open mic juga ya malam ini?' gue agak kaget denger kata itu. Emang kampret mereka. Gue awalnya agak malu-malu untuk ikut maju. alasannya : ini pertama kalinya gue nonton open mic di semarang, masa gue langsung maju. dan alasan keduanya adalah : gue enggak bawa materi gue sepenuhnya. ini juga cuman sebagian bit aja yang gue tulis, bukan semua. Gue pun menolak tantangan dari MC. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang...

Tuh, kan! kebiasaan....

Gue menolak tantangan MC dengan mengayunkan telapak tangan gue ke kanan dan ke kiri. tapi beberapa comic di sana udah ngeliat gue waktu nulis materi dan beberapa dari mereka neriakin 'iya. dia udah mulai nulis kok!', ada yang coba ngasih dorongan gue 'maju sekarang aja, mas! enggak lucu udah biasa kok!' gue kaget sama yang ini. kok dia tau ya kalo gue enggak lucu. Ada juga yang neriakin 'turunkan harga kaset PS3!!' gue enggak tau juga siapa yang teriak gitu. akhirnya gue pun nekat untuk ikut open mic di sana. Dengan materi seadanya dan persiapan yang enggak-ada-persiapan-sama-sekali. Dan hasilnya, beberapa bit yang udah 'ampuh' gue pakai sebelumnya pun sekarang tetep ampuh. Dan ada beberapa bit gue yang gue lupa punchline-nya. Dan bener, malam itu gue berantakan. Tapi di balik itu semua tetep ada hikmah yang gue ambil. Sekarang gue lebih gampang bikin materi dari pada dulu. Gue juga mulai bisa menggunakan riffing di sini. Dan ilmu yang paling baru di sini, gue bisa ripping.

sayangnya semalem gue enggak sempet mengabadikan dengan kamera. semua hanya bisa gue abadikan di kepala gue dan juga di blog gue ini

Rabu, 14 November 2012

Someplace, I Called It "Home"


Selama kuliah ini, gue tinggal serumah sama kakak kandung gue. Gak Cuma sama kakak kandung gue tapi juga sama istrinya. Mereka berdua baru menikah beberapa bulan yang lalu. Mungkin sekitar setengah tahun umur pernikahan mereka. Rumah yang ditempati bareng gue pun belum lama dibeli. Baru beberapa hari sebelum gue kuliah mereka mulai pindahan ke rumah itu. Cukup jauh sih dari kampus gue, tapi paling enggak gue udah nyelametin beberapa ratus ribu rupiah tiap bulannya yang mestinya dipake buat bayar kost-an bias gue pake buat yang lain. Misalnya gue tabung buat beli rumah sendiri. Sebenarnya sih niatnya mau ditabung buat beli PS3, tapi kenyataannya adalah habis buat foya-foya. Maklum, anak desa yang baru pindah ke kota ya kayak gini.

Tapi ada yang berbeda dari rumah yang gue tempati bareng kakak gue itu. Dari hari pertama gue tinggal di sana, gue gak ngerasa resah sedikitpun. Waktu malam pertama pun, gue bisa tidur dengan nyenyak. Padahal kamar gue di sana enggak lebih nyaman dari rumah gue. Biasanya kalo gue nginep di hotel aja, gue harus tidur di kasur biar bias nyenyak. Kalo di bathub gue agak susah tidur. Apalagi kalo bathub-nya penuh air.

Minggu, 04 November 2012

Tipe Orang yang Bisa Dipertahanin atau Enggak

cowok : kayaknya kita udah gak cocok, deh
cewek : maksud kamu?
cowok : iya, kita udah gak cocok lagi
cowok : maksud kamu?!
cowok : kita udah lama pacaran dan sekarang udah gak cocok lagi
cewek : IYA! TERUS MAKSUD KAMU MINTA APA NYET!!!

kira-kira seperti itulah skenario orang yang lagi putus. Emm... gak gitu juga sih. tapi paling enggak masih ada sangkutannya sama itu, lah. Dan kebiasaan para jomblo yang udah putus asa buat nyari pengganti adalah balikan lagi sama pacarnya yang dulu, atau yang biasa disebut dengan mantan. tapi dari berbagai macam orang-orang yang pernah dipacarin, ada banyak tipe orang yang ngajak balikan. salah satunya udah gue sebelumnya, yaitu orang yang putus asa nyari pengganti. Yang kedua adalah orang yang sebenarnya masih sayang sama mantannya tapi malah diputusin. kali ini bakal gue bahas semua tipe orang yang masih pantas buat diterima balikan atau enggak.

1.Orang yang Masih Sayang Sama Kamu
 orang yang masih pantas diterima balikan lagi adalah orang yang masih sayang sama kamu. biasanya orang kayak gini di skenario pemutusannya seperti ini.

Sabtu, 22 September 2012

Postingan Pertama Semasa Kuliah


Halo, pembaca! *krik* sangat sayang sekali sekarang saya mulai jarang nge-blog. Hal ini dikarenakan saya sedang dalam fase anak muda paling gaul, kuliah. Iya, ini memang fase di mana ke-gaul-an saya sedang diuji. Ujian di sini berupa: berapa banyak teman yang diperoleh dari universitas saya. Semakin banyak kenalan yang saya dapat, maka semakin gaul saya. Tapi tidak semua mahasiswa yang memiliki teman banyak berarti gaul. Karena, tingkat kegaulan masih dinilai dari segi teman yang dikenal. Apabila punya sepuluh teman yang kutu buku, berarti tingkat kegaulan hanya meningkat sampai 5%. Tetapi, bila punya tiga teman yang bertipe 3M (memakai behel, memakai BlackBerry, dan Me-follow @radityadika) maka tingkat kegaulannya naik sampai 77%. Saya yang sudah sejak lama mempersiapkan fase ini, tentu saja tidak main-main dalam mencari teman. Dalam waktu tiga minggu ini, saya sudah memiliki banyak teman. Kalo enggak salah, sudah sampai 15 teman 3M. Tentu saja, tingkat kegaulan saya sudah mencapai nilai infinity. Akan tetapi, saya sebagai orang pinter tapi gak sombong, mendapatkan tugas untuk membuat PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Dan karena itu, teman-teman mengira saya adalah orang yang kutu buku. Dan akibatnya berimbas pada jumlah teman saya. Mereka mulai menjauhi saya karena takut tingkat ke-gaul-an mereka merosot. Beginilah memang nasib saya.

Selasa, 11 September 2012

Racun Serangga Kampret!!


Uhuk... uhuk... postingan kali ini gue tulis dalama keadaan batuk-batuk. Sejak tiga hari yang lalu, gue udah merasa gak enak badan. Mungkin karena kecapean saat lebaran kemaren. Hampir satu minggu penuh jadwal gue gak pernah kosong dan mengakibatkan gue kurang istirahat. Tapi, ada satu hikmah dibalik batuk gue kali ini. gue inget sama penyakit gue semasa masih sekolah dulu.

Kalo gak salah waktu itu gue baru kelas 1 SMA. Yang gue inget waktu itu adalah terjadi 1 hari sebelum penyanyi reggae legendaris Indonesia, mbah Surip, meninggal dunia. Awalnya, gue gak mengira bakal ada kejadian senista itu di kehidupan gue. seperti biasa, setelah bangun tidur gue langsung mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah. Di sekolah pun gak ada kejadian yang cukup mengejutkan dan tidak mengidentifikasikan bahwa hari ini akan berakhir dengan kejam.

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, gue segera merapikan buku-buku yang tadi sempat gue pake alas tidur belajar. niat gue waktu itu hanya 1: segera pulang dan langsung tidur di rumah. Enggak tau kenapa, mata gue hari itu udah kayak koala cina yang gak tidur semaleman. Ngantuk banget. kenapa harus koala cina? Karena koala adalah hewan yang keliatan ngantuk melulu, dan orang cina kebanyakan bermata sipit. Jadi, maksud dari koala cina adalah, orang sipit yang keliatannya ngantuk mulu. saking ngantuknya, tiap liat bus yang jurusan ke Jepara, gue bacanya jadi jerapah. Entah hubungannya apa, tapi itulah yang terjadi sama gue.

Dan yang terjadi selama di bus tidak jauh dari kata ngantuk dan tidur. Kebanyakan waktu gue di bus gue habiskan dengan merem. Entah itu bisa tidur beneran atau sekedar tidur ayam, yang penting gue udah berusaha menuruti kemauan monyet-monyet yang bergelantungan di kelopak mata gue waktu itu. Sempet waktu masih di perjalanan gue melek bentar buat mastiin kalo rumah gue belom kelewatan. Dan waktu itu yang gue lihat pertama kali adalah baliho besar berwarna putih, berkibar dengan cantiknya bertuliskan ‘partai NASDEM’. Tapi yang terlihat di mata gue adalah ‘partai NDASEM’ (dalam bahasa jawa kudus artinya kepalamu) gue pikir-pikir, ini partai beneran atau partainya orang yang lagi nyumpah-nyumpahin, sih? Setelah melewati beberapa blok kemudian, gue nemu lagi baliho yang berbentuk sama dengan yang gue lihat sebelumnya. Bedanya kali ini terlihat lebih jelas di mata gue. akhirnya gue baru tahu di baliho itu bertuliskan ‘partai NASDEM: gerakan perubahan’. Ingat, semua prasangka dimulai dari apa yang pertama kali dia lihat. Makanan seenak apapun kalo disajikan secara urakan, tidak akan membuat pembeli tertarik. Sedangkan makanan yang tidak terlalu sedap, bila disajikan dengan cara yang profesional, akan membuat orang berbondong-bondong membelinya. Tapi, jangan pernah mempercayai apa yang dilihat dengan mata ngantuk. Sesungguhnya itu menyesatkan.

Begitu gue nyampe rumah, gue berjalan agak terburu-buru dengan keadaan lemas menuju kamar tidur gue. Gue buka kamar seraya melempar tas ransel yang sudah gue lepas dari punggung sejak gue turun dari bus. dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka, gue ambruk tepat di tengah springbed. Baru sepuluh menit gue tiduran, kumpulan nyamuk mulai berdatangan. Nggak tau kenapa, nyamuk-nyamuk itu kayaknya sengaja lewat telinga gue sebelum akhirnya menggigit tubuh-tubuh gue yang sudah setengah sadar ini. tau sendiri kan rasanya puluhan nyamuk yang terus berdengung di kuping saat perjalanan menuju alam mimpi sedang dilakukan. Bete banget. setelah merasa nyamuk-nyamuk itu gue rasa terlalu berlebihan dalam mengeksplorasi tubuh gue, gue merasa darah gue mendidih seketika. Badan gue membesar. Kulit gue berubah jadi ijo. Mata gue merah. Kaki gue berbulu. Gigi gue tonggos.

Eh

Kenapa gue malah jadi kayak genderuwo gitu.

Intinya gue sudah habis kesabaran. Gue beranjak dari tempat tidur gue menuju tempat ibu gue naruh racun serangga. Sebut saja namanya baygon. Begitu gue melihat sekaleng panjang berwarna ijo dengan variasi gambar yang dipalang di tengahnya, langsung gue ambil begitu aja. gue bersiap dengan sepenuh hati akan menghabisi semua yang menggangu tidur gue siang itu. gue buka pintu kamar, dan tanpa ampun, gue tekan kuat-kuat bagian yang tertera tulisan ‘PUSH’ di penutup kaleng tersebut. terdengar suara ‘ssstttt’ dari lubang penutup baygon beserta semburan racun bisa dengan segera membunuh nyamuk itu. meskipun gak terbunuh akibat racun yang terkandung di dalamanya, paling enggak nyamuknya mati gara-gara air yang dikeluarkan kaleng baygon itu. saking semangatnya gue, gak sadar kalo gue mengeluarkan sumpah serapah ke nyamuk-nyamuk itu seperti ‘mampus lu, nyamuk! Makanya jangan suka gangguin orang yang lagi tidur!! Dasar, nyamuk gak punya akal!’ (iya, gue tau kalo dari dulu nyamuk gak punya akal)

Setelah cukup puas memaki-maki nyamuk biadab di kamar gue, gue berniat langsung tidur. Tapi gue lupa satu hal: kamar gue penuh dengan bau baygon. Gue mencoba melobby untuk tidur di kamar kakak gue. ternyata kamarnya terkunci dari dalem dan gak ada yang mau bukain. gue coba buat tidur di ruang keluarga, tapi tempatnya tidak cukup kondusif digunakan untuk tidur siang. Bayangkan ruang tengah yang hanya digelari karpet di depan televisi, dengan beberapa toples camilan yang setengah kosong, dan kertas-kertas berserakan gara-gara keponakan yang suka menyobek-nyobek kertas sebagai mainan. Belum termasuk remukan dari cemilan yang tersebar di penjuru ruangan. Mungkin nyamuk gak bakal gigit gue di sana. Tapi semutlah yang datang dan mengira gue adalah gumpalan gula besar yang tergeletak begitu saja setelah melihat muka gue yang manis itu (oke, silahkan kalian muntah. Gue udah duluan kok)

Setelah diskusi panjang antara dua Uda (Uda versi malakat dan Uda versi setan) akhirnya gue memutuskan untuk tidur di dalam kamar gue sendiri. Dengan pertimbangan, baygon adalah racun serangga. Dan seperti yang dikatakan dalam kemasannya “membunuh serangga tanpa ampun” berarti dia nggak bakal membunuh selain serangga. Dan yang gue inget terakhir kali, gue bukanlah seekor serangga, berarti gue gak bakalan keracunan sama baygon itu. siip! Gue setuju. Cukup diskusi gue sampe situ, dan gue segera memasuki kamar gue untuk meneruskan mimpi gue yang sempet tertunda tadi.

Semua anggapan gue terbantahkan ketika bangun tidur. Gue bangun bukan karena udah cukup waktu tidur gue waktu itu. tapi karena dada gue terasa sesak banget. serasa baru ditinggalkan orang yang udah lama gue PDKT-in. Kalo biasanya orang bangun tidur dengan badan lebih segar dari sebelumnya. gue kali ini malah terlihat lebih nista dari sebelum tidur. Wajah gue lebih pucet. Mata gue lebih merah. Rambut gue lebih berantakan (ya iyalah! Namanya juga bangun tidur). Tanpa sadar suhu badan gue juga naik drastis. Dan gobloknya lagi, gue belum menyadari kalo sebenarnya gue keracunan baygon.
Sampek sekarang gue masih bingung, gimana gue bisa keracunan sama racun serangga, padahal gue bukanlah serangga.

Minggu, 19 Agustus 2012

Potingan Lebaran

Selamat hari raya idul fitri buat semua yang sedang membaca blog gue, dan juga yang dulunya baca tapi sekarang udah enggak lagi, semoga kalian sekarang baca ini. setelah 29 hari kalian menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu di siang hari, sekarang kalian enggak perlu lagi menahannya. Bagi yang enggak kuat nahan lapar, kalian bisa makan kapan pun kalian inginkan. Buat yang tidak kuat merasakan haus di siang hari, kalian sudah boleh minum kapan saja. Dan untuk yang tidak kuat menahan nafsu, segeralah menikah.

Karna kali ini temanya lebaran, jadi yang gue tulis di sini tidak jauh dari sungkeman, silaturrahmi, dan mudik. Memang ini yang jadi trademark warga islam di Indonesia.

Tapi, gue gak ada acara mudik di saat lebaran gini. Menurut gue sih, itu terlalu mainstream. Dan karna gue oran yang anti-mainstream, gue gak ikut mudik-mudikan gitu. emang sih, udah dari dua bulan lalu gue di rumah, jadi emang gak ada mudik-mudikan.

Minggu, 12 Agustus 2012

Kenalkan, Keponakan Gue

Kali ini gue mau nyeritain tentang ponakan gue. karna gue anak terakhir, gue gak punya adik. Tapi keinginan gue untuk memiliki seorang adik, udah tergantikan dengan adanya ponakan gue. gue punya 9 keponakan. Tapi dari 9 ponakan, gue paling suka sama ponakan gue nomor 3. Karena dia satu-satunya ponakan gue yang cowok. Namanya Muhammad Hibrizul Atho’, panggilannya Hiza. Entah dapet gimana jeluntrungnya dari nama itu bisa dipanggil Hiza. Umurnya sekarang... ee... berapa yah... pokoknya dulu pernah bayi lah, sekarang umurnya berapa kurang tahu. Yang gue inget, tahun ini dia baru aja masuk TK, jadi bisa dikira-kira umurnya berapa gitu deh.